Pengaktifan Program Gencar, Gubernur Nova Apresiasi Masyarakat Aceh

  • Whatsapp
Gencar
Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah, saat memimpin rapat evaluasi Gencar melalui Vidcon Mingguan Satgas Covid-19 Aceh ke VII, Rabu (11/11/2020).

BANDA ACEH, DAERAHTERKINI.com – Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengapresiasi pengaktifan program Gerakan Nakes cegah Covid-19 atau Gencar kepada seluruh masyarakat Aceh, khususnya tenaga kesehatan yang telah bekerja ekstra. Dinilai sukses, gubernur menginstruksikan agar Gencar dilanjutkan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh dr Taqwallah mengungkapkan Gencar telah menekan angka positif. “Nakes akan terus mendata, memantau, memberi konsultasi, dan akan memandu warga baik untuk pencegahan maupun penanganan virus corona,” kata Sekda, Rabu (11/11/2020).

Bacaan Lainnya

Sekda mengatakan, suksesnya program Gencar tak lepas dari dukungan semua unsur. Mulai dari TNI, Polri, Forkopimda Kabupaten/Kota, para ulama, OKP dan Ormas IDI Aceh serta IDI Kabupaten/Kota. Dan seluruh satgas hingga ke tingkat gampong di seluruh Aceh yang terus bahu membahu mengawal jalannya program tersebut.

Secara khusus kata Sekda, Gubernur Aceh menyampaikan terima kasih. Ia berharap kerja sama tersebut terus terjalin sehingga upaya pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 di Aceh berjalan lancar. “Perjuangan dan ikhtiar kita belum selesai. Mari terus saling memperkuat,” kata Sekda.

Sekda mengatakan, selama 10 hari pelaksanaan program Gencar yaitu tanggal 1-10 November, tenaga kesehatan mendeteksi 25.264 warga Aceh yang mengalami gejala infeksi saluran pernafasan (ISPA). Sebanyak 24.602 di antaranya bersedia melakukan isolasi mandiri, 93 warga di rawat karena memiliki gejala sedang dan berat.

Angka itu tentu belum final. Dari 5 juta lebih warga Aceh, angka penderita ISPA tentunya lebih banyak. Oleh karena itu, tenaga kesehatan akan terus mengawal program Gencar agar seluruh masyarakat Aceh yang mempunyai gejala ISPA bisa menjaga diri dari lingkungan sehingga terhindar dari paparan virus Covid-19.

“Gubernur Aceh juga menaruh hormat kepada semua masyarakat yang sudah semakin tinggi kesadaran untuk mencegah diri sejak dini dari terinfeksi virus corona. Juga kesediaan warga untuk segera melakukan penanganan diri sejak bergejala ISPA. Hal ini dinilai sangat membantu ikhtiar bersama mengakhiri Covid-19 di Aceh,” papar Sekda.

Sekda juga mengimbau agar seluruh masyarakat tidak lengah, tetap waspada, meneruskan apa yang sudah bagus, meningkatkan terus kewaspadaan, dan melanjutkan ikhtiar pencegahan dan penanganan Covid-19 di seluruh Aceh. “Semua adalah pahlawan di masa pandemi,” jelasnya.

Kasus Covid-19 Aceh

Senada dengan Taqwallah, Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr Hanif melaporkan, berkat kesadaran masyarakat yang semakin tinggi dan ikhtiar semua pihak, angka konfirmasi tidak sebanyak sebelumnya. Begitu pula angka kesembuhan, semakin tinggi dalam seminggu terakhir, dari 75,8 persen menjadi 80,1 persen.

Disampaikan, dari total kasus 7.690 orang sejak 27 Maret 2020, sudah sembuh sebanyak 6.158 orang, sedang dalam perawatan 1.250 orang, dan meninggal dunia 282 orang.

“Ada 3 kasus konfirmasi baru yaitu dari warga di Banda Aceh. Jumlah ini menunjukkan tren yang terus menurun dan ini karena kesadaran yang makin tinggi dalam menerapkan protokol kesehatan serta ikhtiar semua pihak,” ucap Hanif.

Hanif menyebutkan, peta risiko di Aceh saat ini tidak ada lagi yang berstatus merah. Sementara yang punya risiko sedang ada 20, risiko rendah ada 3 yaitu Abdya, Aceh Timur dan Aceh Tenggara.

Ia kembali mengingatkan pentingnya meningkatkan disiplin memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir dan menjaga jarak dengan menghindari kerumunan.

Pos terkait